MAKALAH
SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI BERKELANJUTAN
DI INDONESIA DIKAJI DARI GEOGRAFI EKONOMI DAN INDUSTRI
Dosen Pembimbing:
Dr. ELLYN NORMELANI, M.Pd.M.Sc
SELAMAT RIADI, M.Pd.

Oleh :
HIDAYAT (A1A514075)
PROGRAM S1 PENDIDIKAN
GEOGRAFI
JURUSAN ILMU
PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah
SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufiq serta hidayah-Nya sehingga penulis
dapat menyelesaikan penulisan makalah dengan judul Sumber Daya Manusia
Dalam Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Di Indonesia Dikaji Dari Geografi
Ekonomi Dan Industri.
Keberhasilan penulis dalam menyusun makalah ini
tentunya tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, tidak lupa
penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyelesaian karya tulis ilmiah ini. Ucapan terima kasih penulis sampaikan
kepada:
1. Selamat Riadi. M.Pd., selaku Dosen Pembimbing
matakuliah Geografi Ekonomi dan industri,
2. Orang tua penulis yang telah banyak memberi dukungan
baik moril maupun materiil,
3. Serta pihak-pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu
per satu.
Akhir kata, karya penulis ini masih jauh dari
sempurna. Oleh karena itu kami senantiasa menampung kritik dan saran untuk
menghasilkan karya yang lebih baik. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
kita dan dapat menambah wawasan serta kepekaan kita mengenai keadaan yang
terjadi di masyarakat.
Banjarmasin, 10 Januari
2017
Hidayat
DAFTAR ISI
Halaman Judul ............................................................................ I
Kata Pengantar ............................................................................ II
Daftar Isi ............................................................................ III
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................ 2
1.3 Tujuan ............................................................................ 2
BAB II LADASAN TEORI ............................................................................ 3
2.1 Geografi Ekonomi ............................................................................ 3
2.2 Beberapa
Pengertian Industr .................................................................. 3
2.3 Sumber Daya
Manusia .......................................................................... 5
2.4 Pembangunan
Ekonomi ......................................................................... 6
2.5 Tujuan
Pembangunan Ekonomi ............................................................. 7
BAB III PEMBAHASAN ............................................................................... 9
3.1
Peranan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam Pembangunan Ekonomi Nasional.. 9
3.1.1 Penduduk sebagai Produsen .............................................................. .
10
3.1.2 Penduduk sebagai Konsumen
................................................................
10
3.1.3 Penduduk sebagai Distributor .................................................................. 11
3.2
Globalisasi dalam Kaitannya dengan Pembangunan Berkelanjutan dan Pembangunan
Ekonomi .......................................................................... 11
3.3
Pengaruh Tingkat Perkembangan Penduduk terhadap Pembangunan Ekonomi ... 11
3.4 Kendala yang Dihadapi SDM dalam
Pembangunan Ekonomi Nasional ................
12
BAB IV PENUTUP ........................................................................................................... 19
4.1 Kesimpulan ........................................................................................................... 19
4.2 Saran ........................................................................................................... 19
Daftar Rujukan ........................................................................................................... 20
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan
negara salah satu negara berkembang, oleh karena itu diperlukan pembangunan di
berbagai bidang. Pembangunan di Indonesia merupakan tujuan untuk melindungi
segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan
kehidupan bangsa. Salah satu pembangunan yang diperlukan yaitu di bidang
ekonomi. Dalam pembangunan ekonomi diperlukan sumber daya manusia yang handal
agar dapat mengelola sumber daya alam secara optimal, arif dan berkelanjutan.
Sebab, manusia memiliki peran penting dalam terlaksananya pembangunan ekonomi.
Dari kajian Geografi Ekonomi, sumber daya manusia dalam aspek keruangan yang
berhubungan dengan eksplorasi sumber daya alam dari bumi oleh manusia, produksi
dari komoditi (bahan mentah, bahan pangan, bahan pabrik) kemudian usaha
transportasi, distribusi dan konsumsi. (Suharyono, 1994:34)
Industri di dunia diawali dari Revolusi Industri ( RI ) di Inggris pada abad ke-18. Pada dasarnya
Revolusi Industri merupakan penggantian tenaga manusia dengan tenaga
mesin. Dorongan terbesar terjadinya Revolusi Industri ini saat penemuan
mesin uap oleh James Watt’s Th. 1764. Mesin ini menjadi pendorong utama tenaga
mesin penggerak pada pertanian pabrik. Percepatan Revolusi Industri
terjadi pada tahun 1800 dengan dikembangkannya mesin yang menggunakan
bahan bakar dan listrik.
Industri adalah bidang matahati buka telingah yang menggunakan ketrampilan dan
ketekunan kerja (bahasa Inggris: industrious) dan penggunaan alat-alat
di bidang pengolahan hasil-hasil bumi dan distribusinya sebagai dasarnya. Maka
industri umumnya dikenal sebagai mata rantai selanjutnya dari usaha-usaha
mencukupi kebutuhan (ekonomi) yang berhubungan dengan bumi, yaitu sesudah
pertanian, perkebunan dan pertambangan yang berhubungan erat dengan tanah.
Kedudukan industri semakin jauh dari tanah, yang merupakan basis ekonomi,
budaya, dan politik.
ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang
setengah jadi, dan/atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih
tinggi untuk penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan
industri.
Perkembangan
pasar global yang momentumnya bersamaan dengan proses reformasi di Indonesia
harus dihadapi dengan sikap profesional yang hanya dapat dicapai dengan
spesialisasi dan sikap proaktif untuk terus melakukan perbaikan dan
penyempurnaan. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya transformasi dari aspek
profesionalitas kepada semua pihak, terutama kalangan pemerintah, swasta, dan
generasi muda sebagai pewaris perjuangan bangsa dan negara dalam menyongsong
era globalisasi guna mewujudkan masyarakat madani.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana peran sumber
daya manusia terhadap pembangunan ekonomi nasional?
2. Bagaimana pengaruh
jumlah penduduk terhadap pertumbuhan ekonomi nasional?
3. Apa saja kendala yang
dihadapi sumber daya manusia dalam pembangunan ekonomi nasional?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui peran sumber
daya manusia terhadap pembangunan ekonomi nasional.
2. Untuk mengetahui
pengaruh jumlah penduduk terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
3. Untuk mengetahui
kendala yang dihadapi sumber daya manusia dalam pembangunan ekonomi nasional
dan dapat memberikan solusi alternatif dalam menghadapi kendala tersebut.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Geografi Ekonomi
Nursid (1988:54 ) geografi ekonomi sebagai cabang geografi manusia yang
bidang studinya struktur aktivitas keruangan ekonomi sehingga titik berat
studinya adalah aspek keruangan struktur ekonomi manusia yang di dalamnya
bidang pertanian, industri-perdagangan-komunikasi-transportasi dan lain
sebagainya.
H. Robinson (1979) geografi ekonomi sebagai ilmu yang membahas mengenai
cara-cara manusia dalam kelangsungan hidupnya berkaitan dengan aspek keruangan,
dalam hal ini berhubungan dengan eksplorasi sumber daya alam dari bumi oleh
manusia, produksi dari komoditi (bahan mentah, bahan pangan, barang pabrik)
kemudian usaha transportasi, distribusi,dan konsumsi.
Suharyono, (1994 : 34). Geografi ekonomi merupakan cabang dari geografi
manusia di mana bidang studinya adalah struktur keruangan aktivitas ekonomi.
Miller,Aleksander (1984). Geografi sebagai studi variasi keruangan di permukaan
bumi di mana manusia melakukan aktivitas yang berhubungan dengan
produksi,pertukaran dan pemakaian sumber daya demi kesejahteraannya.
Dapat diartikan bahwa geografi ekonomi berarti mengenai ruang lingkup
manusia dalam aktivitas ekonominya. Di dalamnya terdapat kegiatan-kegiatan
ekonomi yang dilakukan manusia. Setiap daerah pasti berbeda aktivitas atau
kegiatan ekonominya, karena setiap daerah atau ruang itu berbeda. Jadi,
geografi ekonomi adalah aktivitas ekonomi manusia sebagai objeknya di satu
ruang atau ruang tertentu.
2.2 Beberapa
Pengertian Industri Antara lain sebagai berikut :
1) Industri berasal dari bahasa latin yaitu industria
yang artinya buruh(tenaga kerja) dan industrios yang artinya kerja keras.
2) Industri artinya bagian dari proses produksi dimana
yidak mengambil langsung dari alam untuk dikonsumsi, tetapi bahan-bahan itu
diolah lebih dahulu sehingga menjadi barang yang berguna bagi masyarakat.
3) Menurut Encyclopedia Americana, industri diartikan
sekelompok kegiatan yang mengusahakan benda-benda ekonomi dan penggunaanya.
4) Industri dalam arti sempit ialah kegiatan industri
yang hanya terbatas pada tipe kegiatan ekonomi sekunder yaitu segala macam
usaha atau kegiatan yang sifatnya mengubah atau mengolah bahan mentah menjadi
barang setengah jadi atau barang jadi.
5) Industri dalam arti luas adalah suatu kegiatan dalam
usahanya untuk meningkatkan produktifitas dalam kegiatan ekonomi.
6) Mnurut G.T. Rennes, industri adalah aktifitas ekonomi
manusia yang dilaksanakan secara terorganisasi dan sistematis.
7) Menurut UU RI No.5 Tahun 1984, industri adalah
kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, bahan setengah jadi
atau barang jadi menjadi barang dengan nilai lebih atau barang jadi menjadi
menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaanya, termasuk
kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri.
Menurut Roswto pertumbuhan dan perkembangan industri dibedakan menjadi 5
tahap, yaitu:
1. The traditional society (masyarakat tradisional) Suatu masyarakat yang strukturnya dibangun dalam
fungsi terbatas, ilmu pengetahuan dan tekhnologi sangat sedrhana dan
berenghasilan rendah.
2. The Precondition for take off (pra kondisi menuju
tinggal landas)
Merupakan bentuk masyarakat dalam masa peralihan. Nilai dan cara-cara tradisional mulai dirasakan tidak cocok. Sedangkan nilai-nilai baru muncul dan sangat dibutuhkan. Secara perlahan perubahan-perubahan pun mulai terjadi.
Merupakan bentuk masyarakat dalam masa peralihan. Nilai dan cara-cara tradisional mulai dirasakan tidak cocok. Sedangkan nilai-nilai baru muncul dan sangat dibutuhkan. Secara perlahan perubahan-perubahan pun mulai terjadi.
3. Take off (masa tinggal landas)
Merupakan masa dimana berbagai
kendala terhadap pertumbuhan sudah dapat diatasi. Niali-nilai dan terobosan
baru yang jelas dapat menimbulkan kemajuan masyarakat yang makin luas.
4. The drive to maturity (menju ke arah kedewasaan)
Tahap menuju kedewasaan atau
kematangan adalah suatu tahap kegiatan perekonomian yang tumbuh secara terus
menerus. Produktivitas dari keguatan industri sangat berarti menentukan
pendapatan nasional.
5. The age of high masa concumtion (suatu masa masyarakat
berkonsumsi tinggi)
Masa konsumsi tinggi ditandai dengan
adanya perkembangan kegiatan industri lebih ditujukan untuk menhasilkan
barang-barang konsumsi yang tahan lama.
2.2 Sumber Daya Manusia
Menurut Gomes (1997), Sumber daya manusia merupakan
salah satu sumber daya yang terdapat dalam suatu organisasi, meliputi semua
orang yang melakukan aktivitas. Dalam suatu organisasi perlu adanya suatu
manajemen yang mengelola sumber daya manusia yang ada untuk mencapai tujuan
organisasi. Mathis dan Jackson (2006) mengartikan manajemen sumber daya manusia
sebagai rancangan sistem – sistem formal dalam sebuah organisasi untuk
memastikan penggunaan bakat manusia secara efektif dan efisien guna mencapai
tujuan – tujuan organisasional. Tugas manajemen sumber daya manusia adalah
untuk mengelola unsur manusia secara baik agar diperoleh tenaga kerja yang puas
akan pekerjaannya.
Menurut Werther dan Davis yang dikutip oleh Edy
Sutrisno menyatakan bahwa sumber daya manusia adalah pegawai yang siap, mampu
dan siaga dalam mencapi tujuan – tujuan organisasi (Werther dan Davis dalam
Sutrisno, 2009:1)
Menurut Hadari Nawami yang dikutip oleh Ambar Teguh
Sulistiyani dan Rosidah yang dimaksudkan sebagai sumber daya manusia meliputi
tiga pengertian yaitu
- Sumber daya manusia adalah manusia yang bekerja dilingkungan suatu organisasi (disebut juga personil, tenaga kerja, pegawai atau karyawan)
- Sumber daya manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi dalam mewujudkan eksistensinya.
- Sumber daya manusia adalah potensi yang merupakan asset dan berfungsi sebagai modal (non material/nonfinansial) didalam organisasi bisnis, yang dapat diwujudkan menjadi potensi nyata (real) secara fisik dan non fisik dalam mewujudkan eksistensinya. (Nawami dalam Sulistiyani dan Rosidah, 2003:9)
Selain definisi Sumber daya manusia diatas Faustino
Cardoso Gomes (2003:1) menyebutkan bahwa: Sumber daya manusia merupakan salah
satu sumber daya yang terdapat dalam organisasi, meliputi semua orang yang
melakukan aktivitas.
2.3.
Pembangunan Ekonomi
Menurut Lincolin Arsyad (1993:4), Pembangunan ekonomi
adalah kegiatan – kegiatan yang dilakukan suatu Negara untuk mengembangkan
kegiatan ekonomi dan taraf hidup masyarakatnya. Dengan batasan tersebut,
maka pembangunan ekonomi pada umumnya didefinisikan sebagai suatu proses yang
menyebabkan pendapatan perkapita penduduk suatu Negara meningkat dalam jangka
panjang. Dari batasan dan defenisi tersebut dapat diperoleh pengertian bahwa
pembangunan ekonomi adalah
- Suatu proses, yang berarti perubahan secara terus menerus
- Usaha untuk menaikkan pendapatan perkapita.
- Kenaikan pendapatan perkapita yang berlangsung dalam jangka panjang.
Definisi pembangunan ekonomi menurut Maier adalah
suatu proses dimana pendapatan perkapita suatu Negara meningkat selama kurun
waktu yang panjang. Dengan catatan bahwa; jumlah penduduk yang hidup dibawah
garis kemiskinan absolut tidak meningkat dan distribusi pendapatan tidak
semaking timpang (Maier dalam Mudrajad Kuncoro, 1997:17)
Menurut Suparmoko, pembangunan atau perkembangan
ekonomi adalah kegiatan yang menunjukkan perubahan – perubahan dalam struktur
output dan alokasi imput pada berbagai sektor perekonomian, disamping kenaikan output.
(Irawan dan M. suparmoko, 1987:5)
2.4 Tujuan Pembangunan Ekonomi
Pembangunan didefinisikan sebagai upaya suatu bangsa
untuk meningkatkan
mutu dengan memanfaatkan
sumber daya yang
ada, baik sumber
daya manusia
maupun sumber daya alam melalui proses perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi yang berkelanjutan (Sudarja 2005 :1). Sedangkan menurut Soerjono
Soekamto (1990:454) Pembangunan
merupakan suatu proses
perubahan di segala
bidang kehidupan yang dilakukan secara
sengaja berdasarkan suatu
rencana tertentu. Pembangunan
nasional Indonesia misalnya, merupkan suatu proses perubahan yang
dilakukan berdasarkan rencana
tertentu dengan sengaja
dan memang dikaehendaki
, baik oleh
pemerintah yang menjadi pelopor pembangunan maupun masyarakat.
Pembangunan menurut kacamata Sosiologis terbagi
menjadi tiga dimana setiap bagian memiliki dimensi ukuran, yaitu :
1. Pertumbuhan (Growth) yang diukur melalui Perkapita,
GNP, Fasilitas sosial
2. Perbaikan (Improvement) yang di fokuskan pada
distribusi/pemerataan diukur melalui kurva lorenz dan koefisien gini.
3. Perubahan (Change) yang direncanakan dan diarahkan
(Planned and Directed) yang diukur strata sosial dan indikator sosial
4. Ukuran
yang lebih komprehensif
di ukur melalui
Indeks Mutu Hidup
(IMH) atau Quality of Lives. IMH terdiri dari komponen angka harapan
hidup (AHH), angka kematian Bayi (AKB) dan Angka Melek Huruf (AMH).
Soekamto (1990:454)
Proses pembangunan bertujuan
untuk meningkatkan
taraf hidup masyarakat , baik secara
material maupun spiritual. Peningkatan taraf hidup masyarakat mencakup suatu
perangkat cita-cita yang meliputi hal-hal sebagai berikut :
a. Pembangunan
harus bersifat rasionalistis, artinya
haluan yang diambil
harus berlandaskan pada pertimbangan rasional dalam suatu sistem.
b. Adanya
rencana Pembangunan dan
proses Pembangunan .
Artinya adanya keinginan untuk
selalu membangun pada
ukuran dan haluan
yang terkoordinasi secara rasional dalam suatu sistem.
c. Peningkatan Produktivitas
d. Peningkatan standar kehidupan
e. Kedudukan,
peranan dan kesempatan
yang sederajat dan
sama dibidang politik, sosial,
ekonomi dan hukum
f. Pengembangan
lembaga-lembaga sosial dan
sikap-sikap dalam masyarakat Konsolidasi nasional dan
g. Kemerdekaan nasional
Dari pemaparan diatas kita dapat merekonstruksi
kembali tentang hakekat SDM yang
berkualitas untuk membangun bangsa ini.
Pembangunan ekonomi menurut Maier bertujuan untuk
membangun identitas nasional atau kepribadian bangsa. Adapun cara untuk
mencapai tujuan ini sangat dipengaruhi pandagan hidup bangsa tersebut dalam
upaya menaikkan output nasional dan pendapatan masyarakat. (Maier dalam
Mudrajad Kuncoro, 1997:17)
Irawan dan Suparmoko mengartikan pembangunan ekonomi
sebagai usaha untuk meningkatkan taraf hidup suatu bangsa yang diukur melalui
tinggi rendahya pendapatan perkapita. Jadi tujuan pembangunan ekonomi disamping
meningkatkan pendapatan nasional riil, juga meningkatkan produktivitas ( Irawan
dan M. Suparmoko, 1987:7)
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Peranan
Sumber Daya Manusia (SDM) dalam Pembangunan Ekonomi Nasional
Sumber daya manusia (SDM) merupakan seluruh kemampuan
atau potensi penduduk yang berada di dalam suatu wilayah tertentu beserta
karakteristik atau ciri demografis, sosial maupun ekonominya yang dapat
dimanfaatkan untuk keperluan pembangunan. Jadi membahas sumber daya manusia
berarti membahas penduduk dengan segala potensi atau kemampuannya yang terdiri
atas aspek kualitas dan kuantitas.
Bicara tentang kuantitas (jumlah) berarti menunjukkan
bagaimana karakteristik demografis tentang jumlah dan pertumbuhan penduduk,
penyebaran dan komposisi penduduk. Sedangkan untuk kualitas (mutu)
menjelaskan bagaimana seorang manusia berhubungan dengan karakteristik sosial
dan ekonomi agar terciptanya suatu keberhasilan dalam pembangunan suatu Negara.
Tentunya sangat dibutuhkan sekali sumber daya manusia yang tangguh, unggul dan
baik secara fisik maupun mental.
Sumberdaya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor
kunci dalam persaingan global, yakni bagaimana menciptakan SDM yang
berkualitas dan memiliki keterampilan serta berdaya saing tinggi dalam
persaingan global yang selama ini kita abaikan. Globalisasi yang sudah pasti
dihadapi oleh bangsa Indonesia menuntut adanya efisiensi dan daya
saing dalam dunia usaha.
Sumber daya manusia atau penduduk menjadi asset tenaga
kerja yang efektif untuk menciptakan kesejahteraan. Kekayaan alam yang melimpah
tidak akan mampu memberikan manfaat yang besar bagi manusia apabila sumber daya
manusia yang ada tidak mampu mengolah dan memanfaatkan kekayaan alam yang
tersedia.
3.1.1 Penduduk sebagai Produsen
Masyarakat sebagai produsen mencakup berbagai bentuk
kegiatan masyarakat yang dapat menghasilkan pendapatan, misalnya dapat berupa
kegiatan usaha, berdagang, bercocok tanam, beternak, dan sebagainya.
Sistem ekonomi Indonesia memiliki acuan yang jelas,
yaitu Undang-Undang Dasar 1945. Maka dari itu sistem ekonomi bukanlah pasar
bebas maupun perencanaan sentral, melainkan sistem ekonomi Indonesia
mendasarkan pada ekonomi kerakyatan. Dalam sistem ekonomi kerakyatan masyarakat
memegang peranan aktif dalam kegiatan ekonomi, sedangkan pemerintah menciptakan
iklim yang sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha.
Sistem ekonomi kerakyatan dapat didefinisikan sebagai pengaturan
kehidupan ekonomi yang memungkinkan seluruh potensi masyarakat untuk
berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan ekonomi. Kesejahteraan rakyat yang
meningkat, merata, dan berkeadilan merupakan tujuan utama demokrasi ekonomi
kerakyatan.
Salah satu pilar penyangga ekonomi kerakyatan adalah
usaha informal yang berkembang dalah kehidupan masyarakat.
Ciri-ciri sektor usaha informal adalah sebagai berikut
:
- Sektor usaha informal tidak memiliki alat-alat produksi yang canggih.
- Pelaku ekonomi sektor usaha informal tidak memiliki pendidikan / keahlian khusus.
- Sektor usaha informal dapat membuka lapangan kerja yang tidak sedikit jumlahnya.
- Sektor usaha informal hanya memiliki ruang lingkup usaha ekonomi yang sempit dan kecil.
Beberapa contoh kegiatan ekonomi sektor usaha informal
adalah :
- Pedagang asongan
- Pedagang sambilan
- Pedagang kaki lima
- Pedagang keliling
3.1.2 Penduduk sebagai Konsumen
Masyarakat sebagai konsumen memerlukan barang dan jasa
bagi kelangsungan hidup masyarakat. Masyarakat adalah pengguna (konsumen) "public goods" atau produk-produk umum,
seperti jalan raya, jembatan, rumah sakit, sekolah, dan lain-lain.
Penggunaan public goods yang pada umumnya
disediakan oleh pemerintah pusat maupun daerah, bertujuan untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya.
Masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan atau
pengangguran merupakan bentuk kehidupan yang hanya melakukan kegiatan konsumsi
saja, sehingga sering menimbulkan masalah di masyarakat. Berbagai tindak
kejahatan dilakukan semata-mata karena untuk memenuhi kegiatan konsumsi. Di
mana orang memiliki banyak kebutuhan, tetapi tidak memiliki pekerjaan yang
dapat menghasilkan pendapatan bagi pemenuhan kebutuhan tersebut.
Oleh karena itu,
penting bagi setiap orang sejak dini tertanam sikap untuk mampu berproduksi dan
bukan hanya melakukan konsumsi saja. Di samping itu berkaitan dengan kegiatan
konsumsi, perlu dilandasi sikap mental untuk bisa mengukur kemampuan diri,
sehingga tidak besar pasak daripada tiang.
3.1.3 Penduduk sebagai Distributor
Masyarakat sebagai distributor diwujudkan dalam bentuk
terjadinya penyaluran proses penyaluran barang dan jasa dari produsen ke
konsumen. Lalu lintas perdagangan dan transportasi yang membawa barang-barang
pemenuhan kebutuhan dalam kehidupan masyarakat merupakan bentuk kegiatan distribusi
yang berlangsung di masyarakat.
Kelancaran arus distribusi yang berlangsung di
masyarakat dapat kita amati dari lancar-tidaknya proses transportasi barang
kebutuhan dari satu kota ke kota yang lain. Salah satu faktor yang memicu
terjadinya kelangkaan barang antara lain disebabkan ketidaklancaran proses
distribusi. Hal ini sering terjadi di daerah-daerah yang sulit transportasinya.
3.2 Globalisasi dalam Kaitannya
dengan Pembangunan Berkelanjutan dan Pembangunan Ekonomi
Globalisasi dan pembangunan
berkelanjutan bukan berhubungan erat, melainkan memiliki hubungan sebab-akibat.
Sulit diletakkan bahwa degradasi lingkungan yang terjadi di negara-negara
berkembang sebagian besar merupakan tanggung jawab dari negara maju. Investasi
oleh negara maju di negara berkembang telah menguras sumber daya alam yang
melebihi kemampuan daya dukung dari sumber daya alam tersebut. Hal ini terjadi
karena teknologi yang digunakan bukanlah teknologi yang akrab dengan
lingkungan, tetapi teknologi yang telah ketinggalan zaman, teknologi yang tidak
peduli terhadap dampak lingkungan. Sementara teknologi yang akrab lingkungan
telah dilindungi oleh negara maju dengan Trade
Related Aspects on Intellectual Property (TRIPs), sehingga bila diterapkan
biayanya tidak terjangkau oleh negara-negara berkembang.
WTO dan Pembangunan Berkelanjutan
Pembangunan
berkelanjutan bertumpu pada 3 pilar atau dimensi yaitu ekonomi, sosial,
lingkungan hidup, dimana ketiga pilar tersebut secara simultan diterapkan pada
pengelolaan aset berupa sumber daya alam, infrastruktur dan sumber daya
manusia. Akan tetapi pada praktiknya prinsip pembangunan berkelanjutan dalam
WTO hanyalah pernyataan di atas kertas. Negara maju berupaya mendorong
percepatan liberalisasi perdagangan yang kurang adil dan seimbang kerana
berbagai persyaratan perdagangan produk, khususnya bidang lingkungan hidup,
diterapkan tanpa mempertimbangkan kondisi penguasaan teknologi, akses pada
teknologi akrab lingkungan, dan pendanaan bagi penguasaan teknologi akrab lingkungan.
Kronologis Kesepakatan Global
tentang Pembangunan Berkelanjutan
Kepedulian
global mengenai lingkungan dimulai dengan diselenggarakannya Konferensi PBB
tentang lingkungan Hidup Manusia di Stockholm, 5-16 Juni 1972 yang dihadiri 113
negara yang menghasilkan Deklarasi tentang Lingkungan Hidup Manusia (Human Environment Declaration)/dikenal
dengan Stockholm Declaration, Rencana aksi lingkungan hidup manusia,
Rekomendasi tentang kelembagaan dan keuangan untuk menunjang pelaksanaan
Rencana aksi bersih tersebut, serta pada koferensi ini juga menghasilkan bada
PBB khusus yang mengurus masalah lingkungan hidup, yaitu United Nation Environment Programme (UNEP), yang berkedudukan di
Nairobi, Kenya. Dalam konferensi ini ditetapkan hari lingkungan Sedunia (World Environment Day) pada tanggal 5
Juni.
Pertemuan
Stockholm membawa kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup, dimana
pengelolaan sumber daya alam masih dianggap modal signifikan bagi pembangunan.
Kesadaran ini pada tahun 1983 menghasilkan sebuah komisi independen yaitu
Komisi Dunia untuk Lingkungan dan Pembangunan (Word Commision on Environment and Development/WCED). WCED
memformulasikan agenda global untuk perubahan. Pertemuan pertamanya yaitu World Summit On Sustainable Development (WSSD)
yang menghasilkan 2 konsep yaitu konsep kebutuhan terutama kebutuhan dasar dari
dunia miskin, dan ide keterbatasan yang digagas oleh teknologi dan organisasi
sosial atas kemampuan lingkungan untuk mempertemukan kebutuhan sekarang dan
mendatang.
Konferensi PBB
kedua diselenggarakan tahun 1992, di Rio de Janeiro, Brazil. Dengan pokok
pembahasan lebih mencoba mengolaborasi konsep pembangunan berkelanjutan dalam
aksi yang lebih konkret. Konferensi ini dikenal dengan Konferensi Tingkat
Tinggi (KTT) Bumi (Eart Summit) karena berhasil mendatangkan 100 pemimpin dunia
dan perwakilan resmi dari 172 negara. Yang menghasilkan 5 perjanjian tingkat
pemerintah yaitu Deklarasi Rio tentang Lingkungan Hidup, adenda 21, konvensi
keanekaan hayati, konvensi perubahan iklim, dan prinsip-prinsip kehutanan.
3.3
Pengaruh Tingkat Perkembangan Penduduk terhadap Pembangunan Ekonomi
Penduduk memiliki dua peranan dalam
pembangunan ekonomi; satu dari segi permintaan dan yang lain dari segi
penawaran. Dari segi permintaan penduduk bertindak sebagai konsumen dan dari
segi penawaran bertindak sebagai produsen. Oleh karena itu perkembangan
penduduk yang cepat tidak selalu
merupakan penghambat bagi jalannya pembangunan ekonomi jika penduduk ini
mempunyai kapasitas yang tinggi untuk menghasilkan dan menyerap hasil produksi
yang dihasilkan. Ini berarti tingkat pertambahan penduduk yang tinggi disertai
dengan tingkat penghasilan yang tinggi pula. Jadi pertambahan penduduk dengan
tingkat penghasilan yang redah tidak ada gunanya bagi pembagunan ekonomi.
Kalau seandainya terjadi penurunan
jumlah penduduk, maka akan terjadi pula penurunan dalam rangsangan untuk
mengadakan investasi dan permintaan agregatif juga akan turun. Jika
perkembangan penduduk tertunda maka akumulasi kapital juga akan menjadi lesu karena
beberapa alasan,yaitu: wiraswasta akan mengira bahwa pasar menjadi semakin
sempit. Sedangkan karena tingkat keuntungan merupakan fungsi dari luasnya
pasar, maka investasi yang tergantung pada tingkat keuntungan akan menurun.
Disamping alasan itu pertambahan penduduk juga mendorong adanya perluasan
investasi karena adanya kebutuhan perumahan yang semakin besar dan juga
kebutuhan-kebutuhan yang bersifat umum seperti jalan raya, fasilitas
transportasi umum, persediaan air minum, kesehatan dan sebagainya. Kebutuhan
akan kapital dalam bidang ini relatif lebih besar daripada bidang-bidang lain
sehingga penurunan tingkat perkembangan penduduk akan mengakibatkan turunya
akumulasi kapital.
Produktivitas penduduk
dinegara-negara berkembang adalah rendah sehingga mengakibatkan rendahnya
produksi pula. Karena sebagian besar penduduk tinggal di desa dan hidupnya
sebagian berasal dari sector pertanian. Maka hampir semua hampir semua
penghasilan yang didapatnya akan dikondumeir seluruhnya. Seandainya ada sisa,
hanya relatif kecil jumlahnya. Akibatnya tingkat investasi juga akan rendah.
Jadi, di negara-negara sedang berkembang, dimana sudah terdapat perbandingan
yang tinggi antara jumlah manusia dan jumlah faktor-faktor produksi yang lain,
perkembangan penduduk yang cepat akan menimbulkan diseconomies of scale.
Di negara-negara yang sedang berkembang dimana kepadatan penduduk yang cepat
akan dapat pula mendorong perkembangan ekonomi, apabila kapital dan kemampuan managerial
termasuk organisasi dan administrasi dapat mengimbangi tantangan penduduk
tersebut.
3.4 Kendala yang Dihadapi SDM dalam
Pembangunan Ekonomi Nasional
Dalam
pencapaian pembangunan ekonomi nasional banyak kendala yang dihadapi. Termasuk
juga SDM yang ada juga mengalami kendala – kendala dalam pengembangan
pembangunan ekonomi nasional, diantaranya:
Tingkat Pendidikan
Keadaan penduduk di
negara-negara yang sedang berkembang tingkat pendidikannya relatif lebih rendah
dibandingkan penduduk di negara-negara maju, demikian juga dengan tingkat
pendidikan penduduk Indonesia. Rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia
disebabkan oleh:
1.
Tingkat kesadaran masyarakat
untuk bersekolah rendah.
2.
Besarnya anak usia
sekolah yang tidak seimbang dengan penyediaan sarana pendidikan.
3.
Pendapatan perkapita
penduduk di Indonesia rendah.
Dampak yang ditimbulkan
dari rendahnya tingkat pendidikan terhadap pembangunan adalah:
1.
Rendahnya penguasaan
teknologi maju, sehingga harus mendatangkan tenaga ahli dari negara maju.
Keadaan ini sungguh ironis, di mana keadaan jumlah penduduk Indonesia besar,
tetapi tidak mampu mencukupi kebutuhan tenaga ahli yang sangat diperlukan dalam
pembangunan.
2.
Rendahnya tingkat
pendidikan mengakibatkan sulitnya masyarakat menerima hal-hal yang baru. Hal
ini nampak dengan ketidakmampuan masyarakat merawat hasil pembangunan secara
benar, sehingga banyak fasilitas umum yang rusak karena ketidakmampuan masyarakat
memperlakukan secara tepat. Kenyataan seperti ini apabila terus dibiarkan akan
menghambat jalannya pembangunan. Oleh karena itu, pemerintah mengambil beberapa
kebijakan yang dapat meningkatkan mutu pendidikan masyarakat.
Usaha-usaha tersebut di
antaranya:
·
Pencanangan wajib
belajar 9 tahun.
·
Mengadakan proyek
belajar jarak jauh seperti SMP Terbuka dan Universitas Terbuka.
·
Meningkatkan sarana dan
prasarana pendidikan (gedung sekolah, perpustakaan, laboratorium, dan
lain-lain).
·
Meningkatkan mutu guru melalui
penataran-penataran.
·
Menyempurnakan
kurikulum sesuai perkembangan zaman.
·
Mencanangkan gerakan
orang tua asuh.
·
Memberikan beasiswa
bagi siswa yang berprestasi.
Sistem
pendidikan perlu dirubah total karena jika kita terus bertahan disistem
pendidikan lama seperti sekarang ini maka kita akan terus terpuruk khususnya
dibidang ekonomi. Karena sistem pendidikan diIndonesia terus menerus melatih
siswa dengan mematikan karakteristik dan bakat terpendam siswa. Sistem
pendidikan di Indonesia hanya membunuh karakter siswa lihat saja siswa yang
baru masuk sekolah begitu riang dan gembira akan tetapi setelah masuk sekolah
dan menerima berbagai pelajaran, dirinya mulai bosan dan ingin segera keluar
dari sekolah. Karena ada yang terbunuh dari jiwanya yaitu kebebasannya dalam
mengembangkan bakat dasar yang dia bawa sejak lahir.Jika siswa terbiasa
terkekang dan takut dengan berbagai ancaman maka wajar saja kelak dirinya
menjadi pengangguran karena kreativitasnya telah lama terpasung dan terbiasa
bergantung serta lebih senang mencari kerja dari pada menciptakan lapangan
kerja padahal lapangan kerja semakin terbatas.
Tingkat Kesehatan
Derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh
faktor-faktor lingkungan, perilaku kesehatan, pelayanan kesehatan dan
kependudukan. Angka kematian bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur
derajat kesehatan masyarakat. Meskipun angka kematian bayi di Indonesia
menunjukkan penurunan yang sangat signifikan sebagai dampak pelaksanaan
pembangunan di segala bidang, termasuk intervensi program kesehatan yang sangat
intensif dilaksanakan di seluruh pelosok tanah air, namun dengan terjadinya
krisis ekonomi yang dimulai pada pertengahan tahun 1997 dapat dipastikan bahwa
angka kematian bayi dapat meningkat kembali sejalan dengan meningkatnya prevelensi
balita kekurangan energi dan protein. Pembangunan di bidang kesehatan merupakan
bagian dari investasi yang perlu diperhatikan dan keberhasilan di bidang
tersebut akan memberikan andil dalam mempercepat pembangunan nasional.
Tingkat
kesehatan suatu negara umumnya dilihat dari besar kecilnya angka kematian,
karena kematian erat kaitannya dengan kualitas kesehatan.
Kualitas kesehatan yang rendah umumnya disebabkan:
- Kurangnya sarana dan pelayanan kesehatan.
- Kurangnya air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
- Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan.
- Gizi yang rendah.
- Penyakit menular.
- Lingkungan yang tidak sehat (lingkungan kumuh).
Dampak rendahnya tingkat kesehatan
terhadap pembangunan adalah terhambatnya pembangunan fisik karena perhatian
tercurah pada perbaikan kesehatan yang lebih utama karena menyangkut jiwa
manusia. Selain itu, jika tingkat kesehatan manusia sebagai objek dan subjek
pembangunan rendah, maka dalam melakukan apa pun khususnya pada saat bekerja,
hasilnya pun akan tidak optimal.
Untuk menanggulangi masalah
kesehatan ini, pemerintah mengambil beberapa tindakan untuk meningkatkan mutu
kesehatan masyarakat, sehingga dapat mendukung lancarnya pelaksanaan
pembangunan. Upaya-upaya tersebut di antarnya:
- Mengadakan perbaikan gizi masyarakat.
- Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular.
- Penyediaan air bersih dan sanitasi lingkungan.
- Membangun sarana-sarana kesehatan, seperti puskesmas, rumah sakit, dan lain-lain.
- Mengadakan program pengadaan dan pengawasan obat dan makanan.
- Mengadakan penyuluhan tentang kesehatan gizi dan kebersihan lingkungan.
Tingkat
penghasilan/pendapatan
Tingkat
penghasilan/pendapatan suatu negara biasanya diukur dari pendapatan per kapita,
yaitu jumlah pendapatan rata-rata penduduk dalam suatu negara. Negara-negara berkembang
umumnya mempunyai pendapatan per kapita rendah, hal ini disebabkan oleh:
- Pendidikan masyarakat rendah, tidak banyak tenaga ahli, dan lain-lain.
- Jumlah penduduk banyak.
- Besarnya angka ketergantungan.
Berdasarkan pendapatan
per kapitanya, negara digolongkan menjadi 3, yaitu:
- Negara kaya, pendapatan per kapitanya > US$ 1.000.
- Negara sedang, pendapatan per kapitanya = US$ 300 – 1.00.
- Negara miskin, pendapatan per kapitanya < US$ 300.
Adapun dampak rendahnya
tingkat pendapatan penduduk terhadap pembangunan adalah:
- Rendahnya daya beli masyarakat menyebabkan pembangunan bidang ekonomi kurang berkembang baik.
- Tingkat kesejahteraan masyarakat rendah menyebabkan hasil pembangunan hanya banyak dinikmati kelompok masyarakat kelas sosial menengah ke atas.
Untuk meningkatkan
pendapatan masyarakat (kesejahteraan masyarakat), sehingga dapat mendukung
lancarnya pelaksanaan pembangunan pemerintah melakukan upaya dalam bentuk:
- Menekan laju pertumbuhan penduduk.
- Merangsang kemauan berwiraswasta.
- Menggiatkan usaha kerajinan rumah tangga/industrialisasi.
- Memperluas kesempatan kerja.
- Meningkatkan GNP dengan cara meningkatkan barang dan jasa.
Minimnya Lapangan Pekerjaan dan
Pengangguran
Orang tidak
bekerja alias pengangguran merupakan masalah bangsa yang tidak pernah selesai.
Ada tiga hambatan yang menjadi alasan kenapa orang tidak bekerja, yaitu
hambatan kultural, kurikulum sekolah, dan pasar kerja. Hambatan kultural yang
dimaksud adalah menyangkut budaya dan etos kerja. Sementara yang menjadi
masalah dari kurikulum sekolah adalah belum adanya standar baku kurikulum
pengajaran di sekolah yang mampu menciptakan dan mengembangkan kemandirian SDM
yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Sedangkan hambatan pasar kerja lebih
disebabkan oleh rendahnya kualitas SDM yang ada untuk memenuhi kebutuhan pasar
kerja.
Ekonomi abad
ke-21, yang ditandai dengan globalisasi ekonomi, merupakan suatu proses
kegiatan ekonomi dan perdagangan, di mana negara-negara di seluruh dunia
menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan
batas teritorial negara. Globalisasi yang sudah pasti dihadapi oleh bangsa
Indonesia menuntut adanya efisiensi dan daya saing dalam dunia usaha.
Masalah daya
saing dalam pasar dunia yang semakin terbuka merupakan isu kunci dan tantangan
yang tidak ringan. Tanpa dibekali kemampuan dan keunggulan saing yang tinggi
niscaya produk suatu negara, termasuk produk Indonesia,tidak akan mampu
menembus pasar internasional. Bahkan masuknya produk impor dapat mengancam
posisi pasar domestik. Dengan kata lain, dalam pasar yang bersaing, keunggulan
kompetitif merupakan faktor yang berpengaruh dalam meningkatkan kinerja
perusahaan. Oleh karena itu, upaya meningkatkan daya saing dan membangun
keunggulan kompetitif bagi produk Indonesia tidak dapat ditunda-tunda lagi dan
sudah selayaknya menjadi perhatian berbagai kalangan, bukan saja bagi para
pelaku bisnis itu sendiri tetapi juga bagi aparat birokrasi, berbagai
organisasi dan anggota masyarakat yang merupakan lingkungan kerja dari bisnis corporate
(kerjasama).
Oleh karena
itu, untuk mengantisipasi tuntutan globalisasi seyogyanya kebijakan pemerintah
yang berkaitan dengan sistem pendidikan perlu dirubah.Hubungan antara
pendidikan dengan dunia kerja mutlak diperlukan.Siswa butuh praktek lapangan
bukan hanya duduk diam dan mendengarkan serta diberi test tulis yang amat
membosankan tapi berilah soal dunia nyata agar kreativitas dan pikiran bawah
sadarnya dapat optimal serta terlatih. Namun sayang sistem pendidikan
diIndonesia hanya menitik beratkan pada test tulis terbukti pada peningkatan
standart kelulusan pada UAN atau UNAS tiap tahunnya. Padahal jika dilihat lebih
lanjut kebijakan tersebut merupakan kebijakan terbodoh yang pernah ada. Karena
hal tersebut hanya membuat siswa terpaksa belajar hanya untuk meraih nilai
standar bukan untuk melatih skill yang dirinya butuhkan untuk menghadapi
tantangan persaingan global padahal yang dibutuhkan sekarang bukan nilai
akademik yang tertulis tapi skill yang benar-benar dikuasai dan
dipraktekkan didunia nyata maka wajar saja jika Indonesia masih minim
sumberdaya manusia yang benar-benar memiliki keahlian dibidangnya sebaliknya
angka pengangguran terus meningkat.
Di Indonesia
terjadi ketimpangan antara jumlah kesempatan kerja dan angkatan kerja
dimana tentunya lapangan pekerjaan yang jauh lebih sedikit dibandingkan para
pencari kerjanya. Selain itu kondisi ini juga diperparah dengan tingkat
pendidikan angkatan kerja yang ada masih relatif rendah dimana stuktur
pendidikan angkatan kerja di Indonesia masih didominasi pendidikan dasar hampir
lebih dari 50%. Lesunya dunia usaha akibat krisis ekonomi yang
berkepanjangan sampai saat ini mengakibatkan rendahnya kesempatan kerja
terutama bagi lulusan perguruan tinggi hal inilah yang membuat angka
pengangguran sarjana makin tinggi. Karena begitu banyaknya lulusan perguruan
tinggi tiap tahunnya tidak diimbangi dengan lapangan kerja yang memadai.
Pengaturan
Sumber Daya Manusia adalah sangat sulit dan kompleks. Manusia mempunyai
pikiran, perasaan, status, keinginan, latar belakang sosial budaya dan
sebagainya yang bervariasi dan sering terbawa serta ke dalam unit kerja/
organiasi.
Jumlah penduduk
yang besar adalah merupakan salah satu modal dasar pembagunan nasional, tetapi
penduduk yang tidak memiliki kemauan dan kemampuan untuk bekerja akan
menimbulkan masalah di dalam pembangunan nasional. Hampir setiap Negara
mengalami masalah di dalam menangani masalah pengangguran. Penyebab timbulnya
pengangguran adalah :
· Tidak
dimilikinya pendidikan yang memadai
· Tidak dimiliki bekal
keterampilan untuk dapat melakukan aktifitas pekerjaan
Masalah-masalah yang akan timbul dari pengangguran :
· Adanya
kesenjangan sosial
· Adanya
kerawanan sosial
Lesunya dunia
usaha akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan sampai saat ini mengakibatkan
rendahnya kesempatan kerja terutama bagi lulusan perguruan tinggi. Sementara di
sisi lain jumlah angkatan kerja lulusan perguruan tinggi terus meningkat.
Sampai dengan tahun 2000 ada sekitar 2,3 juta angkatan kerja lulusan perguruan
tinggi. Kesempatan kerja yang terbatas bagi lulusan perguruan tinggi ini
menimbulkan dampak semakin banyak angka pengangguran sarjana di Indonesia.
Pendidikan memang merupakan salah satu sarana
untuk meningkatkan mutu sumberdaya manusia. Dengan pendidikan dapat
ditingkatkan pengetahuan dan ketrampilan yang selanjutnya akan berdampak pada
peningkatan produktivitas.
Pendidikan dapat pula dilihat sebagai investasi
sumberdaya manusia dan hasilnya akan diperoleh beberapa tahun kemudian
(Tjiptoherijanto P, 1996). Namun, peningkatan mutu pendidikan yang tidak
diimbangi dengan tersedianya lapangan pekerjaan akan menimbulkan permasalahan
baru. Walaupun saat ini ada kecenderungan bahwa sarjana lulusan perguruan
tinggi lebih banyak yang menganggur daripada bekerja. Hal, ini terutama
disebabkan terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia, padahal penduduk yang
lulus perguruan tinggi setiap tahunnya selalu bertambah. Sebagai akibatnya
banyak diantara para sarjana yang bekerja pada bidang yang bukan keahliannya.
Hal ini terpaksa dilakukannya dengan pertimbangan daripada menganggur.
Oleh karena itu, setiap dalam mengenyam
pendidikan seharusnya peserta didik diberikan ketrampilan agar memiliki
kemampuan untuk berwirausaha. Sehingga, tidak bergantung pada instansi yang
sudah didirikan orang lain maupun pemerintah, akan tetapi dapat mendirikan usaha sendiri sehingga juga dapat
menarik tenaga kerja dan mengurangi pengangguran.
Masalah SDM
inilah yang menyebabkan proses pembangunan yang berjalan selama ini kurang
didukung oleh produktivitas tenaga kerja yang memadai. Itu sebabnya
keberhasilan pembangunan yang selama 32 tahun dibanggakan dengan tingkat
pertumbuhan rata-rata 7%, hanya berasal dari pemanfaatan sumberdaya alam
intensif (hutan, dan hasil tambang), arus modal asing berupa pinjaman dan
investasi langsung. Dengan demikian, bukan berasal dari kemampuan manajerial
dan produktivitas SDM yang tinggi. Keterpurukan ekonomi nasional yang
berkepanjangan hingga kini merupakan bukti kegagalan pembangunan akibat dari
rendahnya kualitas SDM dalam menghadapi persaingan ekonomi global
Sekarang bukan
saatnya lagi Indonesia membangun perekonomian dengan kekuatan asing. Tapi sudah
seharusnya bangsa Indonesia secara benar dan tepat memanfaatkan potensi
sumberdaya daya yang dimiliki dengan kemampuan SDM yang tinggi sebagai kekuatan
dalam membangun perekonomian nasional.
Industri-industri penting di Indonesia
Negara Indonesia memiliki pasar
dalam negeri yang besar dan tumbuh dengan cepat Industri sehingga terdapat banyak invekstor asing yang masuk ke Indonesia.
Untuk menanam saham mereka di Indonesia. Selain itu terdapat juga
industri-industi penting di Indonesia antara lain sebagai berikut :
a. Industr
pariwisata
Pariwisata sangat penting untuk
kesejahteraan banyak negara, karena pendapatan yang dihasilkan oleh konsumsi
barang dan jasa oleh wisatawan, pajak-pajak yang dikenakan pada bisnis dalam
industri pariwisata dan kesempatan untuk pekerjaan dan kemajuan ekonomi dengan
bekerja di industri.
b. Industr makanan dan minuman
Perilaku
konsumsi dan populasi penduduk besar, selalu menjadi incaran bagi para pelaku
usaha. Dengan jumlah penduduk yang besar di antara negara-negara Asean,
Indonesia juga telah lama menjadi sasaran empuk berbagai industri. Tak
terkecuali industri makanan dan minuman olahan. Apalagi tingkat
permintaannya, nyaris tak pernah surut. Bahkan di tengah krisis ekonomi
sekalipun, permintaan produk makanan dan minuman tetap tak pernah sepi. Selama
lima tahun terakhir, pertumbuhan konsumsi makanan olahan mencapai 41 %.
c. Industri Transportasi Indonesia
Mobil pertama
di Indonesia adalah Benz Phaeton dari Jerman, yang dipesan oleh Sultan Solo
pada tahun 1894 dan dipasok oleh John C. Potter yang merupakan pedagang mobil
pertama di Indonesia (Herbawati, 2003). Sejak itu berdatangan satu per satu
mobil dari Eropa dan Amerika ke Indonesia. Baru pada tahun 1938 bisnis mobil di
tanah air dikendalikan putra daerah, yaitu oleh RP Soenaryo Gondokoesoemo yang
menjadi agen General Motors di Yogyakarta. Kemudian disusul oleh Hasjim Ning
(1950-an), William Suryadjaya, Syarnoebi Said dan Soebronto Laras di era
1960-an, 1970-an, dan 1980-an. Bisnis mobil saat itu didominasi AS melalui
General Motor dengan produk andalannya Chevrolet. Tahun 1950-60an pasar mobil
di Indonesia mulai dimasuki produk Jepang.
Saat ini, industri otomotif di Indonesia terutama dalam bentuk perakitan. Menurut Gero 2001)
Saat ini, industri otomotif di Indonesia terutama dalam bentuk perakitan. Menurut Gero 2001)
Persebaran Industri di
Indonesia
Berdasarkan dengan
persebaran industri di Negara Indonesia dapat di lihat pada tanel berikut ini:
|
No
|
Nama Industri
|
Alamat
|
Telp/Fax
|
|
1.
|
PT Indo Asidatama
|
Jl Raya Solo Sragen Km 11,4
Kemiri Kec Kebakkramat
Kab Karanganyar Solo 57762 Po
Box 302 Solo 57100, http//www.acidatama.co.id
|
0271 648400/
0271 648700
|
|
2.
|
PT Palur Raya
|
Jl Raya Solo Sragen Km 6
|
0271 821371/-
|
|
3.
|
PT Perkebunan Nusantara IX
(Persero) Divisi Tanaman Semusim Pg Rendeng
|
Jl Jend Sudirman No 285 Kudus 59301
|
0291 438641/
0291 437364
|
|
4.
|
Pusat Pengembangan Tenaga
Perminyakan dan Gas Bumi
|
Jl Sorogo1 Cepu 58315
Kab Blora-Jateng, PPT
Migas@Indo.Net.Id
|
0296 421888 ext 134/0296 421891
|
|
5.
|
PT Suraharta Oxygen
|
Jl Raya Solo Sragen Km 9
Karanganyar Surakarta
|
-
|
|
6.
|
PT Intiboga Sejahtera
|
Jl Tanjung Tembaga No 2-6 Tanjung Perak Surabaya
60834
|
031 3292040/031 3292033
|
|
7.
|
PT Sama Satria Pasifik
|
Off : Gedung Graha Pangeran
Lt 8 Jl Jend A Yani 286
Surabaya 60834
Fac : Jl Raya Kemangsen Km
32 Kec Balongbando
Sidoarjo
|
Off : 031 8292727/031
8292709
Fac : 031 8971226-68,
8975514/
031 8971269
|
|
8.
|
PT Aruki (Arjuna Utama Kimia)
|
Jl Rungkut Industri I No 18-22 Surabaya 60292 Tromol
Pos 14/Rungkut
|
031 8411413, 8431646/031 8432672
|
|
9.
|
PT Madu Unggas Perkasa
Bleaching Earth And Bentonite Manufacture
|
Jl Kesamben Wetan
Driyorejo-Gresik
Po Box 1347 Surabaya 60013
Jatim, Mip@Mitra.Net.Id
|
031 7507390, 7507526/031 7507281
|
|
10.
|
PT Petronika
|
Jl Prof Dr Moh Yamin Gresik Po
Box 129 Gresik Jatim, Petronika@Indo.Net.Id.Ir
|
031 3951965/031 3951955
|
|
11.
|
Perusahaan Gas Negara (Persero) Cab Surabaya
|
Jl Gembong No 28 Surabaya 60141
|
031 3722222/031 3710554
|
|
12.
|
PT Miwon Indonesia Tbk
|
Off : 21st Floor Menara Global Jl Jend Gatot Subroto
Kav 27 Jkt 12950
Fac : Kec Droyorejo Kab Gresik 6117 Jatim Po Box
1369/Jat Jkt 13013, Mrktg@Miwonindonesia.Co.Id
|
Off : 021 5270150/021 5270152
Fac : 031 750788, 7590040/031 7507595, 759003
|
|
13.
|
PT Petro Central
|
Off : Ekonom Centre 6th Floor Jl Embong Malang 61-65
Surabaya 60261 Ind
Fac : Jl Raya Rooma Gresik 61118 Ind Po Box 53
Gresik
|
Off : 031 5325211-5325212/031 5325232
Fac : 031 3981736, 3982536, 3983426/031 3982776
|
|
14.
|
PT Sindopex Perotama
|
Ds Kramat Temanggung Tarik
Sidoarjo Jatim Ind Po Box 168 Mojokerto 61301
|
0321 363331 (4LINE)/0321 363317
|
|
15.
|
PT Industri Soda Ind
|
Jl Waru 31 Sby
|
031 8532817
|
|
16.
|
PT Multi Bintang Ind
|
Jl Sampang Agung Mojokerto 61300 Jatim
|
0321 592505 EXT 101
|
|
17.
|
PT Samator Inti Peroksida
|
Off : 6th Floor Graha Pangeran Building Jl Jend A
Yani 286 Sby 60234 Ind
Fac : Kawasan Industri Gresik
Jl Kig Raya Utara Blok K Kav 12-20 Gresik Ind
|
Off : 031 8292727/031 8292709
Fac : 031 3950911-12/031 3950910
|
|
18.
|
PT Nestle Ind
|
Jl Waru 25 Waru Sidoarjo
|
031 8531947, 8531874
|
|
19.
|
PT Indoxide
|
Jl Barbek Industri 25 Sby
|
031 8431947
|
|
20.
|
PT Aktif Indonesia Indah
|
Jl Rungkut III 64 Sby
|
031 8434499, 8434566
|
|
21.
|
PT Petrokimia Gresik
|
Off : Jl Jend A Yani Gresik 61119 Po Box 102 Gresik
61101, Pkg@Indo.Net.Id
|
031 3981811-3981814,3982200 ext 2957/031 3981722,
3982272
|
|
22.
|
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia
Tbk
|
Jl Raya Sby-Mojokerto Jatim
|
0321 361552, 388195/0321 361615
|
|
23.
|
PT Iglas (Persero)
|
Off : Jl Ngagel 153 Sby 60246
Fac : Jl Kapten Darmo Sugondho Segoro Madu Gresik
61153, Iglas@Rad.Net.Id
|
Off : 031 5017586, 5018212, 5019516, 5017561/031
5015786
Fac : 031 5015786/031 3974484, 3973720, 3971648/031
3974483
|
|
24.
|
PT Filma Utama Soap The Tempo Group
|
Jl Gresik No 1-3-5 Sby Po Box 1130 Sby
|
031 3525852, 3525853, 3525854/031 3530269
|
|
25.
|
PT Sier
|
Jl Rungkut Industri Raya No 10 Sby
|
031 8439581
|
|
26.
|
PT Unilever
|
Jl Rungkut Industri IV/5-11 Sby
|
031 8438052, 8403127, 8432117, 8438297
|
|
27.
|
PT Semen Gresik
|
Jl Unit I dan II Desa Sidomoro
Gresik
|
031 3981731 ext 45
|
|
28.
|
PT Ajinomoto
|
Desa Mlirip Jetis Mojokerto Po Box 110 Mojokerto
|
0321 21710 (7line) 361173, 361710/0321 21708
|
|
29.
|
PT Wings Surya
|
031 7509716
|
|
|
30.
|
PT Aneka Gas Industri Sby
|
031 7882505
|
|
|
31.
|
PT Sorini
|
0343 631776-78
|
|
|
32.
|
Arco
|
Gedung Landmark Center, Tower B Lt 19 Jl Jend
Sudirman Kav 70 A Jakarta 12910
|
021 5202121/021 5202221
|
|
33.
|
Betz
|
Jl Kemang Selatan Raya 151
Jakarta 12560
|
|
|
34.
|
Dow Chemical Pacific Ltd.
|
Wisma GKBI Suite 2001 Jl Jend Sudirman No 28 Jakarta
10210
|
021 5742020/021 5742121
|
|
35.
|
Dumex Indonesia
|
Jl Raya Bogor Km 28 Po Box
1044/JAT-Jakarta 13010
|
|
|
36.
|
Indah Kiat Pulp and Paper
|
Wisma Bank International Jl MH
Thamrin Jakarta
|
|
|
37.
|
Keramika Indonesia Assosiasi
|
Jl Mangga Besar Raya No 42 F/Po
Box 466 jkt
|
|
|
38.
|
Maxus Southeast Sumatera, Inc
|
Jakarta Stock Exchange Building 6th Floor Jl Jend
Sudirman Kav.52 Po Box 2759 Jakarta 12190
|
|
|
39.
|
Pabrik Gula Madukismo Yogyakarta
|
Padokan-Tirtonirmolo Kasihan
Bantul Tromol Pos 49 Yogyakarta 55002
|
|
|
40.
|
Pabrik Gula Gunung Madu
|
Km 90 Gunung Batin Lampung Tengah
|
0725 46700/0725 46800
|
|
41.
|
Peroksida Indonesia Pratama
|
JL Jend Ahmad Yani Po Box 53 Cikampek 41373
|
|
|
42.
|
Pertamina
|
Gedung X Griya Legita Jl
Sinabung II Terusan Simprug Jakarta
|
021 3915111-3816111/021 343882-363585
|
|
43.
|
PT Chandra Asri
|
Jl Raya Anyer Km 123 Ciwandan Cilegon 42447
|
0254 601501,021 5212867/0254 601505
|
|
44.
|
PT Dystar Cilegon
|
Jl Raya Anyer Km 5 Po Box 144 Cilegon 42435
|
0254 396960/0254 396961
|
|
45.
|
PT Intiboga Sejahtera
|
Jl Tanjung Tembaga No 2-6 Surabaya 60167
|
|
|
46.
|
PT Kertas Leces (Persero)
|
Leces Probolinggo 67202
|
0335 21993/0335 21628
|
|
47.
|
PT P.G. Rajawali II
|
PSA Palimanan Jl Raya Palimanan
N0 168 Cirebon 45161
|
0231 341020/0231 341020
|
|
48.
|
PT Pasific Indomas Plastic Indonesia (Dow)
|
Wisma GKBI Suite 2001 Jl Jend Sudirman No 28 Jakarta
10210
|
021 5742020/021 5742121
|
|
49.
|
PT Polytama Propindo
|
Polypropylene Plant Jl Raya Juntinyuat Km 13 Ds
Limbangan Juntinyuat Indramayu
|
0234 28002/0234 28618
|
|
50.
|
PT Pulosynthetics
|
Jl Raya Anyer Km 5 Po Box 144 Cilegon 42435
|
0254 396954-55/0254 396956
|
|
51.
|
PT Semen Gresik (Persero) Tbk
|
Gedung Utama Semen Gresik Jl
Veteran Gresik 61122
|
031 981732/031 983209
|
|
52.
|
PT Semen Nusantara
|
Gedung BRI II Lt 26 Jl Jend
Sudirman Kav 44-46 Jakarta
|
-/021 5719479
|
|
53.
|
PT Timah Tbk
|
Jl Jend Sudirman 51 Pangkal
Pinang 33121 Bangka
|
0717 31335/0717 32323
|
|
54.
|
PT Total Indonesia
|
Training Department-AT Total Indonesia Jakarta
|
021 2520528/021 2520528
|
|
55.
|
PT Agricinal
|
Jl Kayumas 16 Bengkulu
|
|
|
56.
|
PT Amoco Mitsui PTA Indonesia
|
Kompleks PENI Jl Raya Merak Km
116 Desa Rawa Arum Cilegon Jawa Barat
|
|
|
57.
|
PT Aneka Gas Industri
|
Jl Minangkabau 60 Po Box 2040
Jakarta 12970
|
021 8296108, 8308351/021 8281115
|
|
58.
|
PT Arun NGL. Co
|
Blang Lancang Lhokseumawe Po
Box 22 Aceh Utara 24353
|
0645 56677/0645 43922, 41312
|
|
59.
|
PT Asahimas Subentra Chemical
|
Jl Raya Anyer Km 122 Desa Gunung Sugih Cilegon 42447
|
0254 601252/0254 602014
|
|
60.
|
PT Asean Aceh Fertilizer
|
Krueng Geukeuh Po Box 09 Lhokseumawe Aceh Utara
|
|
|
61.
|
PT Australian Indonesian Milk Industries
|
Jl Raya Bogor Km 26,6 Gandaria
Po Box 2431 Jakarta 13710
|
-/021 8710404
|
|
62.
|
PT Badak NGL. Co
|
Bontang 75324 Kalimantan Timur
|
0541 42100, 0542 21815, 24622, 0548 21133, 551165
|
|
63.
|
PT Bakri Kasei Corporation
|
Gedung Setiabudi Atrium Suite
710 Setiabudi Office Park Jl HR Rasuna Said Kuningan Jakarta 12920
|
021 5207699, 5210774-5/021 5153961, 5210776
|
|
64.
|
PT BOC gases Indonesia
|
Jl Raya Bekasi Km 21 Pulo
Gadung Jakarta 14250
|
6221 4601793/6221 4602789
|
|
65.
|
PT Caltex Pasific Indonesia
|
Jl Budi Kemuliaan I No 1 Po Box
1158 Jakarta 10011
|
-/021 3512065
|
|
66.
|
PT Cussons Indonesia
|
TIFA Building 10th Floor Suite 10-01 Jl Kuningan
Barat N0 26 Jakarta Selatan 12710
|
|
|
67.
|
PT Dahana (Persero)
|
Jl Letkol Basir Surya Kotak Pos 117 Tasikmalaya
|
331853/334819, 332425
|
|
68.
|
PT Dana Paints Indonesia
|
Jl Pemuda Pulo Gadung Po Box
1093/JAT Jakarta 13010
|
|
|
69.
|
PT DuPont Agricultural Products Indonesia
|
Menara Mulia 5th Floor Suite 501 Jl Jend Gatot
Subroto Kav 9-11 Jakarta 12930
|
6221 5272617-22, 52222568-69/6221 5222570
|
|
70.
|
PT Hutama Prima
|
Metro Duta Niaga Blok 2B/A3
Pondok Indah Jakarta 12310
|
|
|
71.
|
PT ICI Paints Indonesia
|
Jl Raya Bogor Km 35,8 Cimanggis
|
021 8752031, 8751732/021 8752517
|
|
72.
|
PT ICI Paints Indonesia
|
TIFA Building 4th Floor Jl Kuningan Barat 26 Po Box 4642
JKTM 12046 Jakarta 12710
|
021 5250420, 5205434-5/021 5251092
|
|
73.
|
PT Indo Acidatama
|
Jl HOS Cokroaminoto 28 Po Box 151 Solo 57125
|
0271 48743, 43504/0271 48651
|
|
74.
|
PT Indocement Tunggal Prakarsa
|
Wisma Indocement Kav 70-71 Jl
Jend Sudirman Jakarta
|
021 2512121, 2522121, 5703817/021 5701693, 2510066
|
|
75.
|
PT Indomiwon Citra Inti
|
Desa Gunung Pasir Jaya Kec
Jubung Lampung Tengah
|
|
|
76.
|
PT Indonesia Asahan Alumunium
|
Summitmas 1 15th Floor Jl Jend Sudirman Kav 61-62
Jakarta 12069
|
021 2520185/021 2524278
|
|
77.
|
PT Indonesia Asahan Alumunium
|
Pabrik Peleburan Alumunium Po
Box 1 Kuala Tanjung 21257 Asahan Sumatera Utara
|
0622 31311/0622 31001
|
|
78.
|
PT Indorama Synthetics
|
Desa Ubrug Jatiluhur Purwakarta
|
0264 202311/-
|
|
79.
|
PT Intermational Nickel Indonesia
|
Soroako 91984 Sulawesi Selatan
|
62021 3846078, 3456855, 621411 31845, 320700/62021
3842418
|
|
80.
|
PT Inti Indorayon Utama
|
Desa Sosorladang Kec Porsea
Tapanuli Utara
|
|
|
81.
|
PT Kertas Bekasi Teguh
|
Jl Perjuangan Kampung Teluk
Buyung Bekasi
|
|
|
82.
|
PT Krakatau Steel
|
Gedung ADB Jl Industri No 5 Cilegon
|
0254 92159, 92003/0254 91982
|
|
83.
|
PT Martina Berto
|
Jl Pulo Kambing II No 1 Kawasan Industri Pulo Gadung
Jakarta Timur
|
021 4603717, 4603718, 4603719/021 4606146
|
|
84.
|
PT Medco Methanol Bunyu
|
Plaza BAPINDO Menara II Lt 10
Jl Jend Sudirman Kav 54-55 Jakarta 12190
|
021 5266134/021 5266137
|
|
85.
|
PT Mobil Oil Indonesia
|
Ratu Plaza Building Jl Jend Sudirman Po Box 1400
Jakarta 10014
|
|
|
86.
|
PT Mulia Keramik Indah Raya
|
Jl Raya Tegal Gede Desa Lemah
Abang Sikarang 17550
|
021 8935708/021 8935709
|
|
87.
|
PT Multi Bintang Indonesia
|
Jl Daan Mogot Km 19 Po Box 3264
Jakarta 10002
|
|
|
88.
|
PT Multi Bintang Indonesia
|
Jl Ratna No 14 Po Box 5058 Surabaya 60000
|
|
|
89.
|
PT Mustika Ratu
|
Mustika Centre Lt 12 Jl Gatot
Subroto Kav 74-75 Jakarta Selatan
|
|
|
90.
|
PT Nestle Indonesia
|
Jl Raya Waru 25 Sidoarjo
|
031 8531947, 8531874/031 8531527
|
|
91.
|
PT Novartis Biochemie
|
Jl Pahlawan 25 Desa Karang Asem
Timur Citeureup 16810 Bogor
|
6221 8753184/6221 8753895
|
|
92.
|
PT Nutrifood Indonesia
|
Jl Raya Ciawi 280 A Bogor 16720
|
0251 240257/0251 242132
|
|
93.
|
PT Petrokimia Nusantara Interindo
|
Jl Raya Merak Km 116 Desa Rawa
Arum Cilegon Jawa Barat
|
0254 71333/0254 71320, 71290
|
|
94.
|
PT Petrowidada
|
Jl Prof Dr Moh Yamin SH Po Box 54 Gsk Gresik 61118
|
031 3951945/031 3951943, 3951950
|
|
95.
|
PT Pulosynthetics Cilegon
|
Hoechst Marion Roussel Building Jl Jend A Yani Pulo
Mas Jakarta 13012
|
021 4892208, 4895608/021 4892464
|
|
96.
|
PT Pupuk Iskandar Muda
|
Jl Medan Banda Aceh Po Box 021
Lhokseumawe Aceh Utara 24354
|
0645 56222/0645 56095
|
|
97.
|
PT Pupuk Kujang
|
Jl Jend A Yani 39 Po Box 4 Cikampek 41373 Ir H
Ashari Untung MM
|
0264 316141/0264 314235, 314335
|
|
98.
|
PT Pupuk Sriwidjaja
|
Jl Mayor Zen Palembang 30118
|
0711 712111-71222/0711 712100
|
|
99.
|
PT Pupuk Sari Husada
|
Jl Kusumanegara No 173 Po Box 37 YK 55002
|
0274 512990, 514396, 510957/0274 563328
|
|
100.
|
PT Sayang Heulang
|
Jl Jembatan Tiga Blok F&G
Jakarta 14440
|
|
|
101.
|
PT Semen Padang
|
Indarung Padang 25237
|
0751 32250/0751 34590
|
|
102.
|
PT Semen Tonasa
|
Granadha Building Jl Jend Sudirman Tonasa Pangkep
Sulawesi Selatan
|
0411 320671-3, 323724/0411 321976
|
|
103.
|
PT Sinar Sostro Tambun
|
Jl Raya Diponegoro Km 39 Desa
Jatimulia Tambun Bekasi
|
021 8802408, 8807323, 8807324/021 8801741
|
|
104.
|
PT Socfin-Indonesia (Socfindo)
|
Jl KL Yos Sudarso No 106 Po Box 1254 Mdn 20001 Medan
20115
|
061 616066/061 614390
|
|
105.
|
PT Sumi Asih Oleochemical Industry
|
Kode Pos 17115 Bekasi Jl Raya
Jakarta-Bekasi Km 38
|
021 5732680, 5732671, 72, 75/021 5732651
|
|
106.
|
PT Tri Polyta Indonesia
|
Gedung Bimantara 11th Floor Jl Kebon Sirih 17-19
Jakarta 10340
|
021 3929828/021 3929818
|
|
107.
|
PT Unggul Indah Corporation
|
Wisma UIC 2nd Floor Jl Gatot
Subroto Kav 6-7 Jakarta 12930
|
021 5256510/021 5200829
|
|
108.
|
PT Unilever Indonesia
|
Jl Jend Gatot Subroto Kav 15 Po
Box 1162 Jakarta 10011 Jakarta 12930
|
-/021 5262044
|
|
109.
|
PT Unilever Indonesia
|
Jl Rungkut Industri IV No 5-11 Surabaya 60291
|
031 8432117, 8438297/031 8439159
|
|
110.
|
PT Union Carbide Indonesia
|
Jl Raya Jakarta-Bogor Km 29,3
Cimanggis Bogor
|
|
|
111.
|
Unocal Indonesia Company
|
Pasir Ridge Po Box 276 Balikpapan 76102
|
0542 34000/0542 32993
|
|
112.
|
Vico Indonesia
|
Kuningan Plaza South Tower Jl
HR Rasuna Said Kav C 11-14 Po Box 2828 Jakarta 12940
|
021 5236859/021 5236871
|
|
113.
|
Wall’s Ice Cream
|
Cikarang Industrial Estate Jl
Jababeka IX Kav D No 1-19 Bekasi
|
021 8934453/021 8934075
|
|
114.
|
Tripatra Engineering
|
Jl RA Kartini No 34 Cilandak
Barat Jakarta 12430
|
021 7500701/021 7500700
|
|
115.
|
PT Rekayasa Industri
|
Kalibata Timur I No 36 Po Box
3727 Jakarta 12740
|
021 7988700, 7988707/021 7988701, 7988702
|
|
116.
|
PT Inti Karya Persada Teknik
|
Jl Prof DR Soepomo SH No 42 Jakarta 12870
|
021 8292177/021 8297198
|
|
117.
|
PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills
|
Jl Ir Sutami No 88 Karawang 41313
|
|
|
118.
|
PT Ceres
|
Jl Raya Dayeuhkolot No 84 Bandung
|
022 5207421
|
|
119.
|
PT Pupuk Kalimantan Timur
|
Kompleks PT Pupuk Kaltim
Bontang 75313
|
|
|
120.
|
PT Ultra Jaya
|
Jl Cimareme No 131 Po Box 1230 Padalarang 40552
|
022 6654610-11/022 665412
|
|
121.
|
PT Freeport Indonesia
|
Plaza 89 Lt 5 Jl HR Rasuna Said
Kav X-7 No 6 Jakarta 12940
|
021 5225666, 2520727/021 5201518
|
|
122.
|
PLTGU Gresik
|
Jl Arjuna 6 Gresik
|
031 3984540 ext 6019
|
|
123.
|
ORICA Australia Pty Ltd.
|
Sentral Senayan 1 4th Floor Jl Asia Afrika No 8
Jakarta 10270
|
021 5723070/021 5723080
|
|
124.
|
Kondur Petroleum SA
|
10th Floor Landmark Center Tower A Jl Jend Sudirman
No 1 Jakarta 12910
|
021 5223434, 5710707/6221 5711004
|
|
125.
|
PT Ketas Padalarang
|
Jl Cikaliwung No 181 Padalarang
|
022 6809315/022 6809284
|
|
126.
|
PT Nof Mas Chemical Industries
|
Kawasan Industri Bekasi Fajar
Blok D-1 Mekar Wangi MM2100 Industrial Town Phase III Cibitung Bekasi 17520
|
021 8980636/021 8980638
|
|
127.
|
PT Castrol Indonesia
|
Jl Raya Merak Km 117 Desa Gerem
Merak Cilegon
|
0254 571614/0254 570740
|
|
128.
|
PT Daekyung Indah Heavy Industri
|
-
|
0254 571614/0254 570740
|
|
129.
|
PT Dong Jin Indonesia
|
Jl Raya Anyer Km 123 Ciwandan Cilegon
|
0254 601245-6/0254 601247
|
|
130.
|
PT Dover Chemical
|
Jl Raya Anyer Km 123 Ciwandan Cilegon
|
0254 571064/0254 571224
|
|
131.
|
PT Dow Chemical Indonesia
|
Jl Raya Merak Km 117,5 Desa Gerem Cilegon
|
0254 571369/0254 572464
|
|
132.
|
PT Dystar
|
Jl Australia I Kav F-1 Kawasan Industri KIEC Cilegon
|
0254 396960/0254 396961
|
|
133.
|
PT GT Petrochem Industry Tbk
|
Desa Mangunreja Bojonegara Serang
|
0254 500055-57/0254 500059
|
|
134.
|
PT Inti Ever Spring Indonesia
|
Desa Mangunreja Bojonegara Serang
|
0254 500049-64/0254 500063
|
|
135.
|
PT Karbon Indonesia
|
Jl Salira Indah Desa Samuranja
Serang
|
0254 500093-6/0254 350310
|
|
136.
|
PT Lautan Otsuka Chemical
|
Jl Raya Anyer Km 123 Gunung Sugih Ciwandan-Cilegon
|
0254 601150/0254 601152
|
|
137.
|
PT Bayer Urethanes Indonesia
|
Jl Raya Anyer Km 121 Tanjung Leneng Ciwandan-Cilegon
|
0254 601122/0254 601131
|
|
138.
|
PT Nippon Shokubai Indonesia
|
Kawasan Industri Panca Putri Jl Raya Anyer Km 110
Ciwandan-Cilegon
|
0254 600660/0254 600657
|
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Sumber daya manusia (SDM) merupakan
seluruh kemampuan atau potensi penduduk yang berada di dalam suatu wilayah
tertentu beserta karakteristik atau ciri demografis, sosial maupun ekonominya
yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembangunan. Jadi membahas sumber daya
manusia berarti membahas penduduk dengan segala potensi atau kemampuannya yang
terdiri atas aspek kualitas dan kuantitas. Sumber daya manusia
sebagai penduduk memiliki peran, antara lain sebagai produsen, konsumen dan
distributor.
Perkembangan penduduk yang cepat
tidak selalu merupakan penghambat bagi
jalannya pembangunan ekonomi jika penduduk ini mempunyai kapasitas yang tinggi
untuk menghasilkan dan menyerap hasil produksi yang dihasilkan. Ini berarti tingkat
pertambahan penduduk yang tinggi disertai dengan tingkat penghasilan yang
tinggi pula. Jadi pertambahan penduduk dengan tingkat penghasilan yang redah
tidak ada gunanya bagi pembagunan ekonomi.
Dalam pencapaian pembangunan ekonomi
nasional banyak kendala yang dihadapi. Termasuk juga SDM yang ada juga
mengalami kendala – kendala dalam pengembangan pembangunan ekonomi nasional,
diantaranya: tingkat pendidikan, tingkat kesehatan, tingkat
penghasilan/pendapatan, minimnya lapangan pekerjaan dan pengangguran.
4.2 Saran
Hendaknya ada kerjasama antara pemerintah dan masyarakat
dalam menjalankan pembangunan ekonomi, selain itu kebijakan yang diambil
seharusnya disesuaikan dengan kondisi geografis Indonesia, kondisi masyarakat
dan permasalahan di Indonesia.
Selain peningkatan kualitas, tingginya pertumbuhan
perduduk di Indonesia dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien dalam
pembangunan ekonomi dengan cara meningkatkan mutu pendidikan, kesehatan,
lapangan pekerjaan dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
DAFTAR RUJUKAN
Anonim.2010.Hakekat dan Ruang Lingkup Geografi
Ekonomi.pdf (diakses pada tanggal 14 Januari 2014)
Arsyad, Lincolin. 2004. Ekonomi
Pembangunan. Yogakarta: Sekolah Tinggi Ekonomi YKPN.
Fauziah, Puji
Yanti.2005.Pendidikan Luar Sekolah Dalam
Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Dalam Era Globalisasi. Bandung:
Universitas Pendidikan Indonesia.
Gomes, Faustino
Cardos. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia.Yogyakarta: Penerbit
Andi.
http://papaannisa.blogspot.com/p/peran-penduduk-dalam-pembangunan.html
(diakses pada tanggal 13 Februari 2014)
http://rahmatkusnadi6.blogspot.com/2010/10/permasalahan-kuantitas-dan-kualitas.html
(diakses pada tanggal 24 Februari 2014)
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/11/peranan-sumber-daya-manusia-di-indonesia/ (diakses pada tanggal 15 Februari 2014)
Irawan, M.
Suparmoko. 1995. Ekonomi Pembangunan, Edisi Lima, Cetakan ke
Empat. Yogyakarta: Penerbit BPFE.
Kuncoro,
Mudrajad. 1997. Ekonomi Pembangunan, Teori, Masalah dan Kebijakan (Cetakan
pertama). Yogyakarta: Unit penerbitan dan percetakan akademi manajemen
perusahaan YKPN.
Mathis dan
Jackson. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi
Pertama, Cetakan Pertama. Yogyakarta: Salemba Empat.
Sudarmi,
S., Waluyo. 2008. Galeri Pengetahuan Sosial Terpadu. Semarang : PT
Sindur Press.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar